Saat Hujan? Waspadai Leptospirosis

Saat Hujan? Waspadai Leptospirosis

Saat Hujan? Waspadai Leptospirosis – Saat hujan turun terlalu deras dan terjadi banjir ada beberapa hal yang harus diwaspadai selain tentunya mengamankan barang – barang milik anda. Ada satu penyakit yang diperantarai oleh tikus dan sering menyerang manusia jika ada genangan air seperti banjir. 

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus yang telah terpapar bakteri leptospira. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, kulit lecet, hidung serta makanan. Data yang dirilis menyatakan bahwa angka kejadian leptospirosisdi asia pasifik pada tahun 2009 angka kejadiannya mencapai 0.1/100ribu di daerah yang mempunyai iklim sedang, sedangkan angka kejadian leptospira di daerah tropis lembab menyatakan bahwa angka kejadiannya menyentuh 10-100/100 ribu penduduk. Namun, ketika terjadi wabah maka prevalensi penyakit ini dapat naik hingga 100/100 ribu jiwa. 

Ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan menyebabkan peningkatan kasus leptospirosis antara lain iklim (terutama di daerah tropis), sanitasi yang buruk, aktivitas rekreasi, kedekatan hewan (mamalia) dengan populasi manusia. Orang yang sering berhubungan dengan ternak secara langsung seperti peternak sapi maupun kambing juga berpotensi lebih tinggi dalam tertular leptospirosis karena penyebaran leptospirosis dapat melalui aktivitas seperti memerah susu. 

Penyakit leptospirosis berdasarkan gejala yang menyertai dapat dibedakan menjadi tiga kriteria:

  1. Kasus suspek: Kasus ini merupakan kejadian demam akut baik yang diikuti maupun tidak diikuti sakit kepala, nyeri otot, malaise (nyeri otot lemah), adanya cairan yang keluar dari konjungtiva mata, serta memiliki riwayat berada pada lingkungan yang terkontaminasi atau melakukan aktivitas yang menjadi faktor risiko terjadinya kasus leptospira. Faktor risiko yang berperan dalam kasus ini diantaranya : manusia melakukan kontak dengan air yang telah tercemar bakteri penyebab leptospirosis dalam jangka waktu 2 minggu, manusia melakukan aktivitas seperti mandi, mencuci atau bekerja pada tempat yang kemungkinan terdapat bakteri leptospira, manusia saat bekerja di tempat – tempat tersebut tidak menggunakan alas kaki, manusia terpapar atau bersentuhan dengan cairan – cairan fisiologis dari hewan yang telah terinfeksi leptospirosis seperti cairan amnion, cairan plasenta, cairan dari kandung kemih dan lain – lain. 
  2. Kasus Probable: Suatu kasus dinyatakan probable jika kasus tersebut memiliki dua gejala klinis, gejala klinis tersebut yakni nyeri betis dan ikterus /jaundice. Ikterus / jaundice merupakan suatu istilah kedokteran yang memilik maksud bahwa seseorang mengalami kulit yang berubah warna sedikit menguning selain pada kulit, ikterus / jaundice juga dapat dilihat di area sklera (bagian putih yang terdapat pada bola mata). Gejala selanjutnya dalam kasus portable yakni adanya pendarah, sesak nafas serta anuria / oliguria. Oligura / anuria merupakan istilah medis yang berarti ketidakmampuan tubuh untuk buang air kecil, dan aritmia jantung. Selain itu, kasus probable juga dapat dilihat melalui hasil laboratorium yakni adanya trombositopenia, leukositosis, peningkatan kadar bilirubin dan SGPT.
  3. Kasus Konfirmasi: Disebut kasus konfirmasi  jika gejala yang muncul dari kasus portable diikuti gejala lain seperti isolasi bakteri leptospirosis menunjukkan hasil positif pada deteksi biomolekuler, Biomolekuler merupakan cara deteksi penyakit dengan sangat detail karena menggunakan kemampuan DNA dari spesimen tersebut sehingga bisa meminimalisir terjadinya kesalahan diagnosa.

Upaya meminimalisir penyebaran penyakit leptospirosis dapat anda lakukan dengan memakai sarung tangan dan sepatu boots atau sepatu yang terbuat dari karet dan tinggi. Jaga kebersihan tubuh dan jangan pernah ke air jika memiliki luka pada tubuh.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*