Depresi dan Kesehatan Mental

Depresi dan Kesehatan Mental

Depresi dan Kesehatan Mental – Kesehatan mental adalah hal yang sering luput dari perhatian kita. Padahal tidak hanya kesehatan fisik saja yang perlu dijaga, namun kesehatan mental juga perlu dipelihara. Saat ini, bukan hal aneh lagi jika mendengar berita tentang seseorang yang melakukan bunuh diri. 

Bunuh diri adalah salah satu tindakan yang dilakukan oleh penderita kesehatan mental ketika mereka tidak mampu mengelola emosi dan kondisi jiwa mereka dengan baik. Bunuh diri bisa dikatakan sebagai hasil dari depresi yang berkepanjangan. 

Kita sadar bahwa setiap orang pasti memiliki masalah hidup yang harus dihadapinya. Tetapi terkadang tidak semua orang bisa menerima masalah tersebut dengan tangan terbuka dan berusaha menemukan solusi terhadap permasalahan tersebut tanpa emosi yang berlebihan. Masalah-masalah yang datang bertubi-tubi dalam hidup bisa mendorong timbulnya perasaan sedih, kesal, dan kecewa pada seseorang karena tidak sanggup menghadapinya. Nah, perasaan inilah yang bisa menjadi cikal-bakal depresi pada seseorang.

Apa itu depresi?

Menurut American Psychiatric Association, depresi merupakan kondisi medis yang timbul akibat perasaan sedih yang dialami oleh penderita. Perasaan ini berdampak negatif pada pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Depresi bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang jenis kelamin dan umur. Adapun faktor-faktor yang diduga bisa menjadi pemicu salah satu gangguan psikologis ini diantaranya adalah faktor psikologis, biologis, dan sosial.

Seseorang bisa mengalami depresi ketika ia merasa bahwa hidupnya biasa-biasa saja dan ia tidak pernah mendapatkan apresiasi terhadap apa yang ia kerjakan, persaingan yang tidak sehat di lingkungan pekerjaan, dan bullying. Depresi juga timbul akibat ia tidak mampu menghargai dan menerima dirinya apa adanya, bersyukur terhadap pencapaiannya dan proses kehidupan yang telah membentuknya hingga saat ini. Selain itu, seorang Ibu pasca melahirkan juga bisa mengalami depresi, yang disebut sebagai postpartum depression. Pada intinya, ada banyak hal yang bisa memicu seseorang untuk mengalami depresi.

Apalagi, maraknya kasus bunuh diri di media sosial seakan-akan menggiring masyarakat untuk berpikir bahwa depresi adalah hal yang lumrah dan bunuh diri adalah salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengakhiri depresi berkepanjangan yang diderita. Perlu diketahui bahwa depresi bukanlah yang sepele. Depresi tidak timbul dalam jangka waktu yang pendek, ia muncul setelah si penderita merasa tidak sanggup lagi menahan beban mental yang ia derita. Hal yang berbahaya adalah si penderita tidak mau mengakui dan tidak sadar bahwa dirinya telah mengalami depresi.

Apa yang bisa dilakukan?

Nah sebagai seorang teman yang peduli, kita bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk membantu teman kita yang mungkin menderita gejala depresi. 

  1. Jadilah pendengar yang baik

Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan menjadi pendengar yang baik ketika teman kita ingin bercerita atas masalahnya. Maksud dari menjadi pendengar yang baik di sini adalah kita tidak perlu menasihati atau memberikan solusi-solusi terhadap permasalahan teman-teman kita yang mengalami gejala depresi, karena sebenarnya hal yang paling mereka butuhkan ketika mereka ada masalah adalah telinga untuk mendengar. Cukup dengarkan dan respon seperlunya, maka orang yang menderita gejala depresi akan merasa lebih baik. Jangan pula berkomentar pedas terhadap masalah yang diderita oleh mereka, karena hal itu hanya akan menyakiti hati mereka dan membuat kondisi mental mereka lebih buruk. 

  1. Berikan edukasi mengenai kesehatan mental

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kesehatan mental masih jarang dibicarakan, seakan-akan itu adalah hal tabu yang tidak elok untuk diperhatikan. Padahal kesehatan mental sangat perlu dijaga karena ia bisa menjadi pemicu penyakit-penyakit yang lain. Dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental, maka setidaknya kita telah melakukan langkah preventif untuk mencegah orang melakukan tindakan-tindakan di luar pikiran akal sehat, seperti bunuh diri. 

  1. Be supportive

Dengan menjadi supporting system untuk seseorang, kita bisa menunjukkan kepada mereka bahwa kita peduli terhadap mereka. Kepedulian terhadap seseorang bisa menguatkan seseorang tersebut, apalagi jika ia sedang merasa down atau terjatuh dalam kehidupannya. Mendukung mereka juga merupakan salah satu tindakan untuk mencegah timbulnya gejala depresi pada seseorang. Hal ini dikarenakan mereka merasa bahwa mereka memiliki orang-orang yang senantiasa ada untuk mereka dan membantu mereka. Menjadi supportive berarti kita telah menjaga kesehatan mental seseorang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*