Anda Pecinta Kucing? Kucing Bisa Menyebabkan Toxoplasmosis dan Mandul?

Anda Pecinta Kucing? Kucing Bisa Menyebabkan Toxoplasmosis dan Mandul?

Anda Pecinta Kucing? Kucing Bisa Menyebabkan Toxoplasmosis dan Mandul? – Sampai saat ini banyak orang takut memelihara kucing karena ketakutan terhadap penyakit toxoplasmosis. Sebenarnya apa itu toxoplasmosis? Toxoplasmosis adalah sebuah penyakit ang disebabkan infeksi parasit protozoaToxoplasma gondii dan memang ditularkan melalui perantara kucing atau lebih tepatnya feses kucing. Umumnya pada orang yang sehat adanya infeksi toxoplasmosis tidak menyebabkan penyakit – penyakit yang serius, namun perlu digarisbawahi pada orang yang memiliki masalah imunitas atau ibu hamil maka  harus mendapatkan penanganan yang lebih lanjut untuk menghindari kejadian komplikasi yang berat. Masalah imunitas yang menjadi faktor pendukung seperti hamil, konsumsi obat – obat kortikosteroid atau obat imunsupresif dalam jangka waktu yang lama, orang – orang dengan HIV AIDS serta orang yang menjalani kemoterapi. Pada manusia, toxoplasmosis tidak dapat menyebar antar manusia kecuali pada ibu hamil maka infeksi toxoplasmosis dapat menular dari ibu ke janin. Manifestasi infeksi yang lebih berat pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran serta kematian pada janin di dalam kandungan.

Gejala – gejala yang patut diwaspadai yang mungkin saja muncul pada kasus toxoplasmosis yakni  biasanya terjadi gejala ringan seperti flu, demam,  kelelahan, nyeri otot, radang tenggorokan dan pembengkakan getah bening. Namun, gejala – gejala tersebut dapat membaik dalam kurun waktu 6 minggu. Pada janin yang terinfeksi toxoplasmosis dapat menyebabkan kegagalan janin jika infeksi terjadi pada awal kehamilan, namun jika bayi berhasil selamat akan terjadi kelahiran prematur dan bayi yang telah lahir pun dapat memiliki kulit yang berwarna kekuningan, adanya peradangan atau infeksi pada retina mata, adanya pembengkakan organ hati dan limpa, kejang, kulit menjadi ruam serta mudah memar, adanya penumpukan cairan otak di kepala sehingga kepala akan membesar (hidrosefalus), ataupun mikrosefalus(kepala tampak mengecil. 

Walaupun kucing sering disalahkan sebagai penyebab toxoplasmosis, namun sebenarnya toxoplasmosis dapat menular melalui konsumsi daging – daging yang dimasak kurang matang. Jadi, jika anda sering mengonsumsi daging mentah pada steak, sushi, sate serta jenis daging dengan pemasakan kurang matang dapat menyebabkan penularan toxoplasmosis. Karena infeksi toxoplasmosis pada bahan pangan tidak akan mati tanpa adanya pemasakan hingga keadaan matang.

Hingga saat ini diketahui bahwa 30 – 50% manusia terkena toxoplasmosis atau sekita 6 juta penduduk di dunia terpapar toxoplasmosis dengan angka kejadian yang berbeda – beda di tiap negara. Hasil penelitian juga menyebutkan bahwa sekitar 40% wanita yang telah terinfeksi toxoplasmosis pada awal kehamilan dapat mengalami keguguran janin sebanyak 15%. Serta disebutkan pada penelitian lainnya bahwa bayi yang mengalami infeksi toxoplasmosis pada kehamilan masih dapat lahir normal hingga 90%. 

Persebaran toxoplasmosis sendiri dapat terjadi ketika kucing sedang buang air besar dan mengeluarkan feses, maka dalam feses tersebut keluar ookista yang jika tersentuh oleh manusia kemudian manusia tersebut lupa untuk cuci tangan sebelum makan, maka ookista pada kucing akan berpindah ke dalam tubuh manusia dan bereplikasi dalam tubuh manusia yang mampu menyebabkan infeksi toxoplasmosis pada manusia.

Apabila sudah terserang toxoplasmosis, umumnya diberikan penanganan medis yakni pemberian obat seperti pyrimethamine dan sulfadiazine. Namun, pada manusia dengan masalah imunitas (sistem kekebalan tubuh) dapat diberikan pyrimethamine dan clindamycin. Biasanya pengobatan dilakukan selama 6 minggu hingga kondisi membaik, namun pada manusia dengan masalah imunitas maka pengobatan diteruskan hingga sistem kekebalan tubuh membaik.

Intinya jangan lupa selalu jaga kebersihan diri dan hewan peliharaan ya!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*